Share

[Get This]

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Merasa Ditipu, Pemain dan Kru ‘Innocence of Muslims’ Marah

Los Angeles, Di tengah kecaman dan protes yang muncul di Timur Tengah, para pemain dan kru film ‘Innocence of Muslims’ menyebut diri mereka sebagai korban eksploitasi. Mereka marah karena merasa ditipu ketika mengetahui bahwa film tersebut digunakan untuk propaganda anti-Islam.

Mereka juga mengungkapkan bahwa dialog film amatir tersebut telah di-dubbing tanpa sepengetahuan mereka. “Seluruh aktor dan kru film ini merasa sangat kecewa dan merasa telah dimanfaatkan oleh sang produser,” demikian pernyataan bersama para aktor dan kru film ‘Innocence of Muslims’ seperti dikutip CNN dan dilansir AFP, Kamis (13/9/2012).

“Kami 100 persen tidak mendukung film ini dan kami sama sekali telah dibohongi tentang maksud dan tujuan film ini… Kami sangat terkejut ketika mengetahui bahwa naskahnya ditulis ulang secara drastis,” tegas mereka.

Aktris bernama Cindy Lee yang berperan sebagai seorang wanita yang anak perempuannya dinikahi Muhammad, mengaku dirinya sama sekali tak mengetahui jika film ini merupakan propaganda anti-Islam. Menurut Cindy, seluruh dialog dalam film ini di-dubbing tanpa sepengetahuan mereka setelah syuting selesai.

“Film itu didasarkan pada kejadian yang terjadi sekitar 2.000 tahun lalu. Sama sekali tidak menyinggung satu hal pun tentang Muhammad atau tentang umat muslim atau lainnya,” tutur Cindy kepada situs Gawker. Dikatakannya, naskah film yang diberikan kepadanya hanya berjudul “Desert Warriors”.

Jika diamati, memang jelas sekali bahwa dialog dalam film tersebut di-dubbing secara berlebihan. Dalam potongan adegan berdurasi 14 menit yang diunggah ke internet, banyak kata-kata kasar yang dimasukkan di tengah-tengah kalimat.

Film ini pernah ditayangkan di salah satu bioskop di kawasan Hollywood, AS, sekitar 3 bulan lalu. Namun setelah itu film ini menghilang tanpa jejak. Hingga pada akhirnya muncullah versi bahasa Arab yang dirilis pekan lalu dan cuplikannya ditayangkan oleh televisi Mesir yang kemudian memancing protes.

Sementara itu, keberadaan pria yang disebut-sebut sebagai sutradara film ini juga masih misterius. Dalam artikel Wall Street Journal yang diterbitkan Selasa (11/9) lalu, pria bernama Sam Bacile yang mengaku sebagai sutradara ini memberikan komentar dan pernyataan soal polemik dan kontroversi yang menyertai film ini.

Kepada Wall Street Journal, Bacile mengaku dirinya seorang warga negara Amerika keturunan Israel dan mendapatkan sumbangan dari para penganut Yahudi untuk biaya film ini. Hingga saat ini keberadaan Bacile masih misterius.

Sejumlah kecurigaan terhadap identitas Bacile pun menyeruak. Seorang konsultan film AS, Steve Klein, menyebut bahwa Sam Bacile merupakan nama samaran belaka. Tidak ada yang mengetahui secara pasti identitas sutradara ‘Innocence of Muslims’ tersebut.

Sumber : Detik.com